Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsAlam

Satu pisang matang bisa mematangkan sekeranjang buah: cara kerja gas etilen

Tumbuhan berbicara dengan gas, dan buah di dapur kita ikut mendengarkan.

Satu pisang matang bisa mematangkan sekeranjang buah: cara kerja gas etilen
Foto: K / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Siapa pun yang pernah menyimpan pisang di keranjang bersama buah lain tahu pola ini: beberapa hari kemudian semuanya matang bersamaan, lalu busuk bersamaan pula. Penjual buah di pasar memakai pola yang sama ke arah sebaliknya, menyimpan mangga yang masih keras bersama pisang matang supaya cepat siap jual. Di balik kebiasaan ini ada sebuah molekul gas sederhana bernama etilen.

Etilen adalah hormon tumbuhan dalam wujud gas. Berbeda dengan hormon manusia yang beredar lewat darah, etilen cukup keluar dari jaringan buah ke udara, lalu masuk ke buah di sebelahnya. Buah yang mulai matang memproduksi etilen, dan etilen itu memicu buah tetangganya untuk mulai matang juga, yang kemudian memproduksi etilen lebih banyak lagi. Satu pemicu kecil berubah menjadi reaksi berantai.

Baca juga: Cicak di plafon: rahasia kaki yang menempel tanpa lem

Apa yang sebenarnya terjadi saat buah matang

Pematangan adalah serangkaian perubahan kimia yang diperintahkan oleh etilen. Pati yang keras dan hambar dipecah menjadi gula yang manis. Dinding sel yang kaku dilunakkan oleh enzim sehingga daging buah menjadi lembut. Pigmen hijau klorofil terurai dan membiarkan warna kuning, oranye, atau merah yang selama ini tersembunyi tampil ke permukaan. Aroma khas buah matang pun merupakan senyawa yang baru diproduksi pada tahap ini. Semua itu adalah cara tumbuhan memanggil hewan pemakan buah supaya bijinya disebarkan.

Buah yang mendengar dan buah yang tuli

Tidak semua buah bereaksi sama. Pisang, mangga, alpukat, pepaya, dan tomat termasuk buah yang terus matang setelah dipetik dan sangat peka terhadap etilen. Itulah sebabnya mereka bisa dipanen keras lalu dimatangkan dalam perjalanan. Sebaliknya, jeruk, nanas, anggur, dan semangka hampir tidak melanjutkan pematangan setelah dipetik; etilen tidak banyak membantu dan buah yang dipetik mentah akan tetap mentah.

Memakai pengetahuan ini di dapur

Dari sini lahir beberapa trik sederhana. Ingin alpukat cepat empuk? Simpan dalam kantong kertas bersama pisang matang; kertas menahan etilen tanpa memerangkap uap air yang memicu jamur. Ingin apel bertahan lebih lama? Jauhkan dari pisang dan simpan di tempat dingin, karena suhu rendah memperlambat produksi etilen. Dan buah yang mulai lembek sebaiknya segera dipisahkan, karena ia sedang mengirim sinyal ke seluruh keranjang.

Pertengahan Agustus, saat panen buah tropis melimpah di banyak pasar, keranjang di dapur adalah laboratorium kecil. Buah-buah di dalamnya saling mengirim pesan, dan kita bisa ikut mengatur percakapan itu.

NM
Nabila MahardikaNabila adalah penulis termuda di redaksi yang bergabung pada 2025 dan telah menulis sebelas artikel tentang peringatan dini cuaca, skala gempa, dan kebakaran gambut. Ia menyimpan arsip tangkapan layar peringatan cuaca resmi yang ia bandingkan dengan kejadian sebenarnya di lapangan.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.