Angka di belakang koma: apa arti ketelitian sebuah pengukuran
Mengukur bukan sekadar membaca angka. Setiap alat punya batas, dan ilmuwan wajib menyebutkannya.

Di musim kemarau seperti akhir Juni ini, banyak orang mengecek suhu di aplikasi ponsel dan membandingkannya dengan termometer di rumah. Hasilnya hampir tidak pernah sama persis. Satu menunjukkan dua puluh sembilan, yang lain tiga puluh koma dua. Mana yang benar? Jawaban seorang ilmuwan mungkin mengejutkan: keduanya bisa benar, dan pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa teliti masing-masing alat itu.
Setiap pengukuran punya batas ketelitian. Penggaris plastik dengan garis milimeter tidak bisa dipakai untuk membedakan sepersepuluh milimeter, sekeras apa pun kita memicingkan mata. Timbangan dapur yang melompat per lima gram tidak bisa memberi tahu apakah bumbu yang ditakar tiga gram atau empat gram. Angka yang ditampilkan alat selalu berhenti pada batas kemampuan alat itu, dan di luar batas itu kita hanya menebak.
Baca juga: Mengapa bertanya pada sepuluh orang belum cukup: soal ukuran sampel
Angka yang dilaporkan adalah janji
Di sinilah kebiasaan ilmuwan berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Ketika seorang peneliti menulis dua puluh sembilan koma lima derajat, ia sedang berjanji bahwa alatnya memang bisa membedakan sepersepuluh derajat. Kalau alatnya hanya bisa membedakan satu derajat penuh, menulis angka di belakang koma adalah klaim yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sekalipun layar alat menampilkannya. Angka tambahan yang tidak didukung alat bukan menambah ketelitian; ia hanya menambah kesan teliti.
Itulah sebabnya laporan ilmiah yang baik selalu menyertakan rentang kesalahan, misalnya tiga puluh derajat kurang lebih setengah derajat. Rentang itu memberi tahu pembaca seberapa jauh angka sebenarnya bisa berbeda dari angka yang ditulis. Dua pengukuran yang kelihatan berbeda bisa sebenarnya sama, kalau rentang kesalahannya saling bertumpang tindih.
Untuk kehidupan sehari-hari, pelajarannya sederhana. Ketika dua alat memberi angka berbeda, jangan buru-buru menyimpulkan salah satu rusak; tanyakan dulu sehalus apa masing-masing alat bisa membedakan. Dan ketika sebuah klaim datang dengan angka yang sangat rinci, tanyakan dari alat seperti apa angka serinci itu bisa diperoleh. Sering kali, ketelitian yang jujur justru terlihat lebih bulat.
Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.