Edisi 14 Agustus 2026Bukti dulu, opini belakangan.
← Bumi SainsEnergi

Mengapa listrik dikirim lewat menara sutet dengan tegangan setinggi mungkin

Pembangkit bisa ratusan kilometer dari rumah kita. Supaya listrik tidak habis di jalan, ada satu trik yang dipakai di mana-mana.

Menjelang akhir tahun saya menempuh perjalanan darat yang panjang, dan sepanjang jalan tol ada barisan menara baja raksasa membawa kabel tebal. Orang menyebutnya sutet. Pertanyaan yang muncul di kepala: kenapa harus tegangan setinggi itu? Bukankah di rumah kita cukup tegangan rendah saja?

Masalah utamanya adalah kabel itu sendiri. Setiap kabel punya hambatan, dan setiap arus yang lewat hambatan itu berubah sebagian menjadi panas. Kabel menjadi hangat, dan energi yang hangat itu hilang begitu saja ke udara. Semakin besar arusnya, semakin besar pula yang terbuang, dan kerugiannya naik jauh lebih cepat daripada kenaikan arusnya.

Baca juga: Watt dan watt-jam: membaca meteran listrik tanpa pusing

Daya yang sama, arus yang lebih kecil

Di sinilah triknya. Daya listrik adalah tegangan dikalikan arus. Kalau tegangan dinaikkan, arus bisa diturunkan tanpa mengurangi daya yang dikirim. Arus kecil berarti kabel tidak terlalu panas, berarti lebih banyak energi yang sampai ke tujuan. Jadi pembangkit menaikkan tegangan setinggi mungkin, mengirimnya lewat sutet, lalu gardu-gardu di dekat kota menurunkannya bertahap sampai aman untuk colokan di rumah.

Alat yang menaikkan dan menurunkan tegangan itu adalah trafo, kotak abu-abu berdengung yang sering kita lihat di tiang listrik. Tanpa trafo, listrik dari pembangkit jauh di pedalaman hampir tidak mungkin sampai ke kota dengan sisa yang berarti.

Jadi kali berikutnya melihat menara sutet berjejer di pinggir tol, ingatlah bahwa tingginya tegangan itu bukan untuk gagah-gagahan. Itu cara paling murah supaya listrik yang kita bayar tidak menguap jadi panas di tengah sawah.

OH
Oka HakimOka menulis untuk Bumi Sains dari 2022 hingga 2025 dan menjadi penulis terbanyak pada periode itu dengan dua puluh artikel tentang iklim dan energi. Ia dikenal di redaksi karena menolak kata sifat dalam judul dan menggantinya dengan angka yang dapat diperiksa.
Dapatkan tulisan baru Bumi Sains lewat email

Satu surel singkat setiap kali ada artikel baru. Tidak ada iklan, berhenti kapan saja.